Kamis, 10 Maret 2016

Kedudukan Anak Dalam Keluarga Menurut Pandangan Islam


Allah SWT. berfirman
QS. Ali Imran ayat 14
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang di inginkannya, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik"

            Berdasarkan ayat diatas, kita jadi tahu kan kenapa bisa begitu sayang dan cinta kepada anak? Hal ini merupakan Sunatullah bahwa,  Allah memang menciptakan perasaan cinta terhadap anak-anak diantara sekian banyaknya kesenangan hidup manusia di dunia. Begitu menggendong bayi untuk pertama kalinya dan menyusuinya, hati bunda dan ayah terasa berdebar-debar, harapan menjulang tinggi,  perasaan yang campur aduk bak gado-gado juga deraian air mata kebahagiaan yang meleleh tiada henti-hentinya, benarkan?
            Selamat kepada para orang tua yang sudah diberi kepercayaan  oleh Allah, seorang anak untuk di jaga dan di sayang, sebuah anugerah yang sangat besar nilainya, tidak akan bisa di ukur dengan mata uang  dan harta manapun di dunia ini dan sebuah tanggung jawab yang amat sangat besar sekali kini berada di atas pundak kalian berdua selaku orang tua.
Bagaimana caranya mendidik dan mengasuh dengan asuhan terbaik?
Sudahkah kita memberikan yang terbaik?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu berputar-putar dikepala dan hati kita. karena itu marilah kita selalu mencari ilmu dan belajar sebanyak-banyaknya agar kita bisa memastikan bahwa putra-putri kita mendapatkan hak nya dengan baik dan menjadikan mereka manusia yang sholeh-sholehah. Menjadikan mereka cahaya bagi keluarga kita.
            Dan contoh teladan terbaik dalam mendidik anak itu cuma satu saja. Kita cari tahu dan tiru bagaimana Rasulullah, manusia paling sempurna di muka bumi tersebut dalam mendidik anak-anak menjadi sosok terkuat dan terbaik dimasanya. Bukan melalui latihan-latihan keras dan didikan yang menegangkan, namun dengan kelembutan dan suri tauladan.
"Lah kan itu dimasa Rasulullah... emangnya berlaku di zaman sekarang?"
Jawab saya "Ya iyalaaah... sampai kapanpun, jika kita meniru cara didik Rasulullah. Anak-anak kita InsyaAllah akan menjadi sosok terbaik di zaman sekarang."
            Tidakkah kita ingin anak-anak kita menjadi anak yang menyenangkan hati, yang taat, yang patuh, yang sholeh-sholehah, yang sayang kepada kita dengan tulus walau dengan cara mereka sendiri?
Siapapun pasti mendambakan anak-anak yang seperti itu.
Tunggu apa lagi?
Tirulah Rasulullah maka semuanya akan beres, berkah dan menyenangkan. Keluarga kita akan diliputi kedamaian dan kekhusyukan dalam menyembah Allah.
InsyaAllah
Namun... Sebelumnya kita harus tahu bagaimana kedudukan anak di tengah keluarga dalam pandangan islam.
1. Anak sebagai Amanah
            Seperti saat seorang teman meminjamkan sebuah buku kepada kita.  Tentu saja tugas kita adalah menjaga dan memastikan buku tersebut aman, tidak rusak dan kotor sehingga saat kita mengembalikan buku itu kepada pemiliknya, akan terasa puas dan senang . Jika dengan buku pinjaman teman saja kita bisa begitu berhati-hati, bagaimana dengan anak, yang kita jadikan sebagai perhiasan dan cahaya dalam hidup kita. Tentu saja kita akan amat sangat berhati-hati dan memastikan ia mendapat yang terbaik.
Sabda Rasulullah SAW
"..Suami sebagai pimpinan didlm rumah tangganya dan dia bertanggung jawab dalam rumah tangganya..." (HR. Bukhori Muslim).       
Kita akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah di amanahkan kepada kita. Ini tugas yang sangat berat kan? Kita tidak ingin kan saat nanti kita bertatapan dengan Allah kelak di akhirat,  yang kita bawa adalah cela dan di cap sebagai manusia yang tidak bisa menjaga amanah?
Karena itu tugas kita terutama para bunda, yang lebih banyak berinteraksi dengan amanah yang satu ini, kita harus mendidik, merawat dan memastikan dia tumbuh menjadi manusia yang di ridhoi Allah.
2. Anak Sebagai Media Beramal
            Kita kerja untuk siapa? Para ayah atau kadang ada juga para bunda yang banting tulang tiap hari mulai pagi hingga sore itu kira-kira untuk siapa? Yang pastinya untuk anak kan? Bahkan sampai merantau ke negeri orang, kira-kira itu untuk dirinya sendiri? tentu saja tidak dong. Yang pasti kita melakukan demi keluarga.
Nah setiap jerih payah itu, Subhanallah betapa besar pahala yang mengalir. dan semua dihitung sebagai ibadah.
Rasulullah bersabda
"Apabila orang tua memberi nafkah kepada keluarga dan ia mengharap pahala karenanya, maka nafkah itu menjadi sedekah baginya" (HR. Bukhori Muslim)
 dan hadis yang lain.
"Satu dinar engkau nafkahkan untuk dijalan Allah, satu dinar engkau sedekahkan untuk faki miskin dan satu dinar engkau sedekahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah engkau nafkahkan kepada anak dan istrimu" (HR Muslim)
wow...  menakjubkan kan, bukan?
Bisa kita hitung pahala kita, yang kita lakukan mulai mereka buka mata dipagi hari hingga tertidur di malam harinya? Allahu'alam, hanya Allah yang tahu. Selama kita melakukannya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Bukan tidak mungkin melalui merekalah, kita masuk ke dalam Surga.
3. Anak Sebagai Amal Jariyah.
            Rasulullah bersabda
"Apabila manusia mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali 3 perkara : Sedekah, Ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya" (HR. Bukhori Muslim)
setelah kita mati, kita akan sangat bergantung kepada anak-anak kita untuk mendoakan kita. Kembali lagi kepada kita, bagaimana cara kita mendidiknya selama kita hidup.
Rasulullah bersabda
"Setiap anak yang lahir dalam keadaan suci, maka orang tuanya lah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi"
jika kita mendidiknya dengan kelembutan dan dasar-dasar ilmu agama islam, maka anak secara naluriah akan selalu mendoakan orang tuanya. Karena anak sudah dibekali dengan ilmu agama
4. Anak Sebagai Ujian
            Bahwa Allah akan selalu menguji selama kita hidup di dunia, itu adalah Sunatullah. Dan anak bisa menjadi ujian hidup kita.
Misalnya memiliki anak yang cantik atau tampan. Ini merupakan ujian bagi kita, apakah kita bisa menjadikan mereka anak-anak yang bisa menjaga diri dengan menutup aurat (bagi anak perempuan) atau menjadi anak yang bertanggung jawab (bagi anak laki-laki) bukannya di ekspose menjadi foto model majalah remaja atau berlenggak lenggok di catwalk. Atau semisalnya jika kita memiliki anak yang -maaf... kurang dari segi fisik atau cacat bahkan keterbelakangan mental. Ini juga merupakah ujian bagi kita dalam menghadapi anak-anak yang seperti ini. disini mental sabar kita di uji!
Akankah kita akan berputus asa lalu mengeluh sepanjang hidup kita ataukan kita berjuang keras melatih, mendidik dan menjaga mereka. Pahala akan terus mengalir... selama kita di uji  melalui anak-anak ini dengan penuh semangat dan ikhlas.

Sekali lagi selamat kepada kalian, para orang tua.

Kamis, 25 Februari 2016

Kenapa saya harus menulis?

Kenapa saya harus menulis?
Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana namun membutuhkan perenungan lho.
sebenarnya ada beberapa hal yang membuatku harus menulis.
1. Saya sukaaaaaaa menulis.
    Sejak dulu jika melihat kertas kosong atau buku tulis sekolah, saya pasti corat-coret.  
    Apa saja pasti aku tulis. Entah itu sebuah cerita atau sekedar membuat tulisan tentang  
    nama-nama calon tokoh cerita yang akan saya buat sambil membayangkan seperti
    apa warna rambutnya, seperti apa warna matanya, tinggi badannya dan sifat-sifatnya.
    Lalu dari kertas itulah saya pindahkan ke buku tulis kosong yang sengaja aku beli untuk
    membuat cerita. zaman dulu aku ndak punya laptop hehehe.
    imajinasi tanpa batas, melewati batas waktu dan tempat. saya mengembara dengan  
    sebebas-bebasnya. Asal bukan sesuatu yang berhubungan dengan hal tabu dan SARA
2. Menyehatkan jiwa dan pastinya ke raga
    Duluuuu sekali ada seseorang yang berkata kepadaku melalui bukunya dan ada kalimat
    yang sangat ku suka "Menulislah kamu maka kamu akan sehat". dan kalimat nasehatnya
    nyangkut di kepala. Sejak itu saya menulis di buku diary khusus dan istimewa bernama Dear L.
    Dear L menjadi buku sahabat bagi hati. Rasa jengkel, suka, duka, marah, galau....semua
    tertampung dengan sempurna...lalu hati ini menjadi ringan dan kepala tidak pusing lagi.
    Tiap hari menulis Dear L bahkan sampai membawanya kemana-mana.
    Dear L is my friend forever deh...walau sudah berbuku-buku. Dear L 1, Dear L 2 dst.
jadi jika ditanya kenapa saya harus menulis?
maka jawabanku adalah walau tidak tahu penulisan yang benar, walau tidak tahu format penulisan yang benar, walau tulisan hancur kacau balau campur baur namun... Saya sukaaaaaa.
karena itu saya ingin belajar...agar tulisan-tulisan itu pantas untuk di nikmati oleh orang lain.       

Senin, 22 Februari 2016

ARTI HIDUP YANG SEBENARNYA

Bismillahirrahmanirrahim
Hidup itu.....
Bagimu apa sih hidup itu?
Akan ada banyak sekali jawaban-jawaban yang beragam untuk sebuah pertanyaan sederhana tersebut.
namun sebenarnya hidup itu adalah...
Q.S Al An'am ; 32
            "Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang bertakwa. tidakkah kamu mengerti?"
Q.S Al Ankabut; 64
            "Dan Kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui"
Q.S Muhammad; 36
            "Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau......."
Q.S Ar Ra'd : 26
            ".......Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat"

Ada banyak lagi ayat-ayat dalam Alqur'an yang menjelaskan betapa kehidupan yang kita jalani di dunia ini hanyalah sebatas permainan dan senda gurau. Kita hidup di dunia ini berperan laksana pemain-pemain dalam drama perfilm-an. Ada peran sebagai guru, murid, orang tua, dokter, arsitek, orang kantoran, pedagang kaki lima, pedagang restoran dll. Dan peran-peran itu saling mengisi sehingga berinteraksi antar satu peran dengan peran yang lain. Lalu terciptalah kehidupan seperti yang kita ketahui selama ini.
tapi apakah hanya itu saja?
kita jalani hidup ini tidak hanya sekedar hidup lalu mati, dead atau ending!  
kalau hanya seperti itu, apa bedanya kita dengan hewan yang hidup untuk makan lalu mati,
atau apa bedanya kita seperti tumbuhan yang hanya semakin besar lalu tua dan mati.
Noooo....
Bukan seperti itu!!!
Hidup itu bagaimana caranya mendapatkan ridho Allah.
Hidup yang berlandaskan peraturan-peraturan dan hukum yang sudah di tetapkan Allah demi kebaikan manusia itu sendiri.
simple kok, hidup itu adalah ibadah.
Q.S Az Zariyat ; 56
            "Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain agar mereka beribadah kepada-Ku"
Apa sih sebenarnya definisi ibadah?
Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh hal yang diridhoi Allah baik berupa ucapan atau perbuatan, baik berupa zhahir maupun yang batin.
Ibadah terbagi menjadi
1. Ibadah Qolbiyah
            yaitu hal-hal yang berhubungan dengan hati seperti rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut).
2. Ibadah Lisaniyah Qolbiyah
            yaitu hal-hal yang berhubungan dengan lisan dan hati seperti tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati.
3. Ibadah Badaniyah Qalbiyah
            yaitu hal-hal yang berhubungan dengan fisik dan hati seperti shalat, zakat, haji, dan jihad.
Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.

Bekerja mencari nafkah merupakah ibadah. Libatkan Allah disetiap pekerjaan yang akan kita lakukan, karena jika dari awal proses bekerja tersebut dimulai dari niat yang lurus semua karena Allah maka hal tersebut akan dihitung sebagai ibadah.
Allah menyukai orang-orang yang bekerja namun bernilai ibadah.
Q.S Al Mulk ; 15
            "Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan"
Q.S Al Jumu'ah ; 10
            "Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung"
Q.S An Naba ; 11
            "Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan"
jika bekerja saja bisa dihitung sebagai ibadah maka bagaimanakah dengan yang lain?. itulah indahnya Islam, semua bisa dihitung ibadah
            Hidup ini hanya sementara. seperti sebuah pepatah yang gandrung dijadikan landasan orang-orang modern "hidup hanya sekali". Karena itu jadikan dunia ini ladang akhiratmu.
Kumpulkan poin dan nilai untuk kehidupan yang lebih abadi. kita tidak mau rugi kan di akhirat nanti??
Allah telah menjamin kehidupan kita di dunia ini sejak kita berada di dalam kandungan ibu hingga kita tua renta tak berdaya.
Q.S Ibrahim ; 32
            "Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan hujan itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu"
Betapa Maha segalanya Allah. Kita patut selalu bersyukur kepada Allah dengan sebaik-baiknya syukur atas segala kemudahan, kenikmatan dan rezeki.
Q.S Ibrahim; 7
            "Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan 'sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat"
Jika Allah sudah memudahkanmu dalam mencari rezeki yang ada di muka bumi hingga kau mendapatkan kebutuhanmu dan langsung mensyukurinya, janji Allah adalah benar. Dia akan menambah nikmat itu berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.
Enakkan??

jadi...apa arti hidup itu bagimu?

Sabtu, 20 Februari 2016

Arti Teman Dalam Syariat Islam

seorang teman atau sahabat adalah sosok yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. mereka lah yang menemani kita sehari-hari. kehadiran mereka memberi warna di dalam hidup kita.
dalam keadaan pasang surut kehidupan. kualitas teman lah yang menentukan apakah mereka masih mau bersama dengan kita atau tidak?
imam syafi'i berkata
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat dia. jangan pernah kau lepaskannya. karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Teman menurut Timbangan Syariat ada  4 jenis :

1. Teman seperti makanan
            Siapa sih yang tidak butuh makan? semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Kita bisa mati jika tidak makan.
itu bener banget!!
Dan jenis teman yang seperti makanan ini adalah kita seakan-akan tidak bisa hidup tanpa dia dan kita butuh dia (dalam arti kebaikan dan ilmu).
bukan dalam arti bahwa dia kaya raya lalu kita nebeng traktiran ama dia atau numpang naik mobil/motor nya atau bahkan kita suka jadikan dia bank berjalan buat kita.
bukan yaaaaa!!!
Sahabat karib sedekat apapun mereka saat di dunia ini misalnya teman jalan-jalan bareng sampai keluar negeri, belanja bareng mulai dari kelas mall hingga kelas pasar tradisional,  tempat curhat kala galau,  teman arisan dan teman rujakan,  atau bahkan teman yang dipercaya pun pada hari kiamat nanti, mereka akan  saling bermusuhan, saling berbantah-bantahan dan saling menyalahkan satu dengan yang lain.
Allahu a'lam.  Karena pada hari itu semua mementingkan keselamatan dirinya.


Q.S Az Zukhruf; 67
"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama ain, kecuali mereka yang bertakwa"

siapa yang dimaksud dengan teman yang bertakwa??
takwa itu adalah takut kepada Allah dan berusaha maksimal menjaga dirinya dari hal-hal yang membuat Allah murka kepadanya namun juga cinta kepada Allah demi mendapatkan kasih sayang Allah kepadanya.
sangat susah mendatangkan rasa takut dan cinta di dalam sebuah hati manusia kepada Dzat yang Maha Ghaib  (Allah Subhanawata a'la) . Hanya orang-orang tertentu yang Allah beri nikmat iman dan islam di dalam dadanya.

Q.S Al Asr; 3
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran"

Karena dasyat nya hari itu ( hari kiamat) mereka tidak akan ingat siapapun. orang tua akan melupakan anaknya, begitu juga sebaliknya, anak akan melupakan orang tuanya. jika mereka yang berhubungan kekerabatan dan darah saja bisa saling melupakan, apalagi mereka yang tidak berhubungan darah??

Q.S An Nazi'at ; 8-9
"(8) Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut.(9) pandangannya tunduk"

dan teman terbaik itu adalah seperti terkandung dalam surah berikut ini :

Q.S An Nisa ; 69
"dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul  (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. mereka itulah teman yang sebaik-baiknya"

2.Teman Seperti obat.
Tahu maksudnya obat?
            obat adalah benda atau zat  dan bahan atau perpaduan bahan-bahan untuk mencegah, mengurangi dan menghilangkan penyakit, luka dan kelainan raga dan jiwa pada manusia.
seorang teman bisa menjadi obat bagi kita. bisa menjadi penyembuh bagi kita.
            disaat kita sakit dalam arti jiwa kita atau mungkin kita melakukan salah dan khilaf, maka tugas seorang teman adalah meluruskan kembali tingkah, perilaku dan sikap kita yang salah, walau kebenaran itu pahit terasa di jiwa kita.
teman yang saling membantu didalam kebaikan, dan meringankan beban juga menolong

Q.S Alma'idah ; 2
"....Dan tolong menolonglah kamu sekalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan...."


3. Teman seperti penyakit.
            penyakit itu pastinya menular baik itu perlahan atau cepat namun suatu kepastian bahwa akan menjangkit kepada seseorang yang sehat. tidak ada hal baik dalam sebuah penyakit. seseorang yang tadinya baik, namun jika ia bergaul dengan orang yang salah maka bisa dipastikan bahwa orang yang baik itu akan melakukan hal yang sama buruknya dengan temannya itu.
contoh : tadinya kita bukan seorang perokok, namun jika kita bergaul dengan sesama perokok, maka mau tidak mau, sadar tidak sadar, perilaku kebiasaan teman kita akan membuat kita menjadi perokok.
jika tadinya kita suka sholat di masjid namun jika bergaul dengan orang yang meremehkan sholat atau suka menunda-nunda sholat maka, bisa jadi kita termasuk kedalamnya.
Naudzubillah.
sebuah pepatah nasehat.
"Dekatilah orang yang menjual minyak wangi. sungguh bau wangi nya itu akan turut mewangikan kita, jangan dekati tukang besi karena baunya pun akan melekat pada diri kita"

4. Teman seperti racun.
            kecelakaan lah yang terjadi kita jika memiliki teman seperti ini. kita bisa nyemplung neraka deh gara-gara dia. penyesalan akan tumbuh di belakang jika kita memiliki teman seperti ini.
teman yang seperti ini adalah kelanjutan dari teman seperti penyakit. bahkan parahnya lagi teman jenis ini akan melepas tangan nya disaat kita akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita

QS Al Baqarah ; 166-167
"(166) yaitu ketika orang-orang yang di ikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti dan mereka melihat azab dan ketika segala hubungan antara mereka terputus"
 (167) dan orang-orang yang mengikuti berkata: sekiranya kami mendapat kesempatan kembali ke dunia, tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan terhadap kami. demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. dan mereka tidak akan keluar dari api neraka"

demikian 4 jenis teman menurut syariat islam. sekarang tinggal kita berkaca pada diri kita.
kita ini sebenarnya teman macam apa bagi orang lain
dan orang lain menjadi teman macam apa bagi kita.

berhati-hatilah dalam mencari teman.





Rabu, 17 Februari 2016

PUASA SUNAH SENIN KAMIS TERNYATA BIKIN KITA CANTIK

          Aku termasuk orang yang pingin selalu tampil cantik jika bertemu teman ataupun kerabat. dan aku bisa menghabiskan banyak waktu di depan kaca hanya untuk bisa tampil maksimal.
namun ternyata itu hanya untuk mempercantik wajah saja.
kata kerabatku, aku memang  cantik dan dandananku tidak menor namun ada yang kurang.
apa ya?
katanya lagi, aku kurang memiliki aura cantik.
hah apaan tuh??
bingung deh.
lalu sahabatku, yang selama ini aku lihat sebagai sosok yang cantik dan religius pun ku tanya.
"Bagaimana bisa kamu secantik itu?"
sahabatku tertawa mendapati pertanyaanku itu.
"coba puasa sunah senin dan kamis deh..."jawabnya
puasa?
syaratnya saat buka puasa jangan balas dendam ya. cukup kurma dan air putih lalu makan nya biasa-biasa saja tanpa takjil yang berlebihan
memang puasa sunah senin dan kamis bukanlah puasa yang diwajibkan. namun menjalaninya pun bukan hal yang sukar.
tinggal jalani hari senin dengan puasa dan hari kamis dengan puasa juga.
gampang!
saran pun ku jalani.
seminggu di jalani lolos dengan mudah.
sebulan di jabani, gampang
dua bulan tanpa satupun puasa sunah senin dan kamis yang terlewati.
namun ada perubahan yang kurasakan
hati kok semakin tenang ya...
rasanya kok hari-hari semakin ringan ya....
kok lebih gampang bangun malam dan sholat tahajud ya....
heran banget deh.
lalu aku bertemu lagi dengan kerabatku -yang mengatakan aku kurang memiliki aura cantik.
dia pangling melihatku.
dia berkata jika aku semakin cantik dan kini memiliki aura cantik dari dalam.
seneng banget di puji.
Alhamdulillah...dipuji ama orang yang jarang memuji.
namun kini pujian itu tidak penting lho...
karena ternyata aku menjadi amat sangat suka dengan puasa.
bukan mau sombong...namun ternyata selain bikin kulit jadi tambah kencang dan tampak muda, juga memiliki efek menurunkan kadar lemak tubuh yang berlebihan.
berat badan jadi seimbang.
hawa nafsu pengen makan berkurang banyak.
dan lebih peka dengan sekeliling..
aku suka dengan diriku yang baru.
Terima kasih ya Allah...
Engkau berikan kepadaku kesempatan menjadi cantik melalui puasa sunah Mu.
Semoga ini menjadikan ku pribadi yang lebih baik
Aamiin.