Sabtu, 20 Februari 2016

Arti Teman Dalam Syariat Islam

seorang teman atau sahabat adalah sosok yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. mereka lah yang menemani kita sehari-hari. kehadiran mereka memberi warna di dalam hidup kita.
dalam keadaan pasang surut kehidupan. kualitas teman lah yang menentukan apakah mereka masih mau bersama dengan kita atau tidak?
imam syafi'i berkata
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat dia. jangan pernah kau lepaskannya. karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Teman menurut Timbangan Syariat ada  4 jenis :

1. Teman seperti makanan
            Siapa sih yang tidak butuh makan? semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Kita bisa mati jika tidak makan.
itu bener banget!!
Dan jenis teman yang seperti makanan ini adalah kita seakan-akan tidak bisa hidup tanpa dia dan kita butuh dia (dalam arti kebaikan dan ilmu).
bukan dalam arti bahwa dia kaya raya lalu kita nebeng traktiran ama dia atau numpang naik mobil/motor nya atau bahkan kita suka jadikan dia bank berjalan buat kita.
bukan yaaaaa!!!
Sahabat karib sedekat apapun mereka saat di dunia ini misalnya teman jalan-jalan bareng sampai keluar negeri, belanja bareng mulai dari kelas mall hingga kelas pasar tradisional,  tempat curhat kala galau,  teman arisan dan teman rujakan,  atau bahkan teman yang dipercaya pun pada hari kiamat nanti, mereka akan  saling bermusuhan, saling berbantah-bantahan dan saling menyalahkan satu dengan yang lain.
Allahu a'lam.  Karena pada hari itu semua mementingkan keselamatan dirinya.


Q.S Az Zukhruf; 67
"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama ain, kecuali mereka yang bertakwa"

siapa yang dimaksud dengan teman yang bertakwa??
takwa itu adalah takut kepada Allah dan berusaha maksimal menjaga dirinya dari hal-hal yang membuat Allah murka kepadanya namun juga cinta kepada Allah demi mendapatkan kasih sayang Allah kepadanya.
sangat susah mendatangkan rasa takut dan cinta di dalam sebuah hati manusia kepada Dzat yang Maha Ghaib  (Allah Subhanawata a'la) . Hanya orang-orang tertentu yang Allah beri nikmat iman dan islam di dalam dadanya.

Q.S Al Asr; 3
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran"

Karena dasyat nya hari itu ( hari kiamat) mereka tidak akan ingat siapapun. orang tua akan melupakan anaknya, begitu juga sebaliknya, anak akan melupakan orang tuanya. jika mereka yang berhubungan kekerabatan dan darah saja bisa saling melupakan, apalagi mereka yang tidak berhubungan darah??

Q.S An Nazi'at ; 8-9
"(8) Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut.(9) pandangannya tunduk"

dan teman terbaik itu adalah seperti terkandung dalam surah berikut ini :

Q.S An Nisa ; 69
"dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul  (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. mereka itulah teman yang sebaik-baiknya"

2.Teman Seperti obat.
Tahu maksudnya obat?
            obat adalah benda atau zat  dan bahan atau perpaduan bahan-bahan untuk mencegah, mengurangi dan menghilangkan penyakit, luka dan kelainan raga dan jiwa pada manusia.
seorang teman bisa menjadi obat bagi kita. bisa menjadi penyembuh bagi kita.
            disaat kita sakit dalam arti jiwa kita atau mungkin kita melakukan salah dan khilaf, maka tugas seorang teman adalah meluruskan kembali tingkah, perilaku dan sikap kita yang salah, walau kebenaran itu pahit terasa di jiwa kita.
teman yang saling membantu didalam kebaikan, dan meringankan beban juga menolong

Q.S Alma'idah ; 2
"....Dan tolong menolonglah kamu sekalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan...."


3. Teman seperti penyakit.
            penyakit itu pastinya menular baik itu perlahan atau cepat namun suatu kepastian bahwa akan menjangkit kepada seseorang yang sehat. tidak ada hal baik dalam sebuah penyakit. seseorang yang tadinya baik, namun jika ia bergaul dengan orang yang salah maka bisa dipastikan bahwa orang yang baik itu akan melakukan hal yang sama buruknya dengan temannya itu.
contoh : tadinya kita bukan seorang perokok, namun jika kita bergaul dengan sesama perokok, maka mau tidak mau, sadar tidak sadar, perilaku kebiasaan teman kita akan membuat kita menjadi perokok.
jika tadinya kita suka sholat di masjid namun jika bergaul dengan orang yang meremehkan sholat atau suka menunda-nunda sholat maka, bisa jadi kita termasuk kedalamnya.
Naudzubillah.
sebuah pepatah nasehat.
"Dekatilah orang yang menjual minyak wangi. sungguh bau wangi nya itu akan turut mewangikan kita, jangan dekati tukang besi karena baunya pun akan melekat pada diri kita"

4. Teman seperti racun.
            kecelakaan lah yang terjadi kita jika memiliki teman seperti ini. kita bisa nyemplung neraka deh gara-gara dia. penyesalan akan tumbuh di belakang jika kita memiliki teman seperti ini.
teman yang seperti ini adalah kelanjutan dari teman seperti penyakit. bahkan parahnya lagi teman jenis ini akan melepas tangan nya disaat kita akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita

QS Al Baqarah ; 166-167
"(166) yaitu ketika orang-orang yang di ikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti dan mereka melihat azab dan ketika segala hubungan antara mereka terputus"
 (167) dan orang-orang yang mengikuti berkata: sekiranya kami mendapat kesempatan kembali ke dunia, tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan terhadap kami. demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. dan mereka tidak akan keluar dari api neraka"

demikian 4 jenis teman menurut syariat islam. sekarang tinggal kita berkaca pada diri kita.
kita ini sebenarnya teman macam apa bagi orang lain
dan orang lain menjadi teman macam apa bagi kita.

berhati-hatilah dalam mencari teman.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar